Adab Muslimah Ketika Bepergian

Adab mulimah saat bepergian. Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dari mulai bangun tidur pagi sampai tidur kembali waktu malam hari. Disekian banyak banyak aspek tersebut, Islam memberi perhatian khusus terhadap muslimah sebagai bentuk penghormatan. Sehingga tidak mengherankan, ada hukum serta adab adab tertentu yang hanya muslimah saja yang mendapatkan “catatan”, misalnya saja dalam bepergian. 

Hukum asal bepergian sendiri dalam Islam adalah boleh (Mubah). Hukum selanjutnya tergantung dari tujuan serta hal lainnya, termasuk adabnya. Untuk itulah agar dalam bepergian tetap sesuai koridor Islam bahkan menjadi nilai ibadah, maka perhatikan adab berikut ini : 

1. Tujuan bepergian 

Islam menjaga wanita agar tetap dalam kehormatannya. Sehingga jika tidak ada keperluan, wanita lebih baik di rumah saja. Bukan sebagai bentuk diskriminasi atau menghalangi wanita untuk berkarya, namun di luaran banyak fitnah yang mudah sekali menimpa wanita. Untuk itulah, ketika memutuskan bepergian maka harus bisa membedakan mana yang merupakan urusan yang harus diselesaikan atau hanya sekedar untuk bersenang-senang. Jika tujuan itu untuk kebaikan misalnya menuntut ilmu atau bersilaturahmi maka bepergian boleh saja dilakukan. 

2. Pakaian yang digunakan 

Sebagai wanita muslimah, dimanapun berada (selama terlihat bukan muhrim) maka wajib hukumnya menutup aurat seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka. Terlebih saat bepergian, memperhatikan pakaian yang digunakan wajib hukumnya. Pakaian bukan lagi berfungsi sebagai pelindung tubuh tapi juga membedakan kaum muslimah dengan lainnya. 
baca juga : Cara menyelesaikan masalaha dalam Islam
Bukan itu saja, memilih pakaian yang tidak menyolok baik bentuk serta warnanya jugapenting sekali sehingga tidak menjadi pusat perhatian yang mana bisa saja menimbulkan fitnah. 

3. Menghindari wewangian untuk tubuh yang berlebihan. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa “barang siapa bau harus tubuh wanita tercium oleh seorang laki-laki dan membangkitkan hasratnya maka sama saja dengan si wanita berzina”. Hadist ini memberikan lampu kuning bahwa wanita harus hati- hati ketika keluar rumah. Karena bisa saja kaum laki-laki akan terpesona dari bau wangi yang keluar dari tubuhnya. 

Wewangian yang dipakai untuk tubuh dengan tujuan agar tidak bau maka efeknya bisa besar sekali jika menimbulkan hasrat kepada lawan jenis. Maka jika hanya untuk menghindarkan bau badan, maka menjaga kebersihan baik tubuh maupun pakaian sudah cukup tanpa memakai wewangian. 

4. Tidak menggunakan perhiasan berlebih. 

Kata bang napi “ Kajahatan terjadi salah satunya karena kesempatan”. Terlebih ketika bepergian terutama dikendaraan umum rawan sekali terjadi tindak kejahatan. Jika memakai perhiasan berlebih bisa menjadi magnet untuk menarik penjahat melakukan aksinya. Sehingga untuk menghindarinya, menyimpan sementara perhiasan selama bepergian bisa menjadi cara agar aman 

5. Berdoa sebelum berangkat dan setelah sampai tujuan 

Doa bagi kaum muslim adalah bentuk permohonan perlindungan, kepasrahan hamba kepada Sang Pemilik Hidup serta rasa syukur. Maka ketika akan melakukan perjalanan agar mendapat perlindungan maka berdoa dari mulai keluar rumah, naik kendaraan hingga pada akhirnya masuk kembali ke dalam rumah. 

6. Tetap berdzikir dalam perjalanan 

Ketika dalam perjalanan, untuk mengusir kebosanan banyak yang menggunakan untuk bermain gatged, ngobrol atau tidur. Padahal sebenarnya banyak doa serta dzikir yang dapat diucapkan selama perjalanan yang tentunya bernilai ibadah. Jadi ibaratnya, sambil duduk menunggu waktu sampai di tempat tujuan juga dapat mendapat pahala selama perjalanan. Apalagi dalam sebuah hadist 

“Ada tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak ada keraguan tentangnya : doanya orang yang dizalimi, doanya musafir serta doa buruk orang tua terhadap anaknya (HR. Ahmad) 
baca juga: Tips tepat berhijab segi empat
7. Membawa oleh- oleh jika bertamu atau pulang 

Memberi kebahagian kepada orang lain merupakan salah satu bentuk ibadah. Termasuk juga saat sedang bepergian kita disunahkan untuk membawa oleh- oleh jika bertamu. Untuk oleh-oleh sendiri sebenarnya tidak harus mahal. Yang terpenting bermanfaat serta jika memahami sesuai yang disukai oleh sang tuan rumah. 

8. Tidak bepergian sendiri 

Islam menyunahkan jika bepergian bersama dengan muhrim dengan tujuan untuk menjaga diri teruatam ke tempat yang belum dikenal dan rawan oleh bahaya. 

“Andaikan orang-orang mengetahui akibat dari bepergian sendirisn sebagaimana aku ketahui, maka mereka tidak akan bepergian sendirian di malam hari ( HR. Bukhari No.2998)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar