Resensi Buku Melawan Kemustahilan Dewa Eka Prayoga


Pernah merasakan terhimpit masalah yang suah keluar darinya? Atau memiliki utang yang jumlahnya sangat besar sehingga untuk melunasinya sungguh sulit, perlu bekerja hingga seumur hidup? Jika Iya maka anda perlu membaca buku melawan kemustahilan dari dewa Eka Prayoga

Dewa Eka Prayoga yang dikenal dengan Dewa Selling  tentu tidak asing lagi. Buku-bukunya  baik motivasi maupun marketing laku keras dipasaran. Termasuk buku pengalaman hidupnya melawan kemustahilan yang akan dibahas ditulisan ini

Dewa memulai kisah dalam buku melawan kemustahil dari ujian berupa utang yang sangat besar Kang Dewa, begitu biasa Dewa Eka Prayoga dipanggil. Sebenarnya utang tersebut bukan tanggungannya namun sebagai penanggung jawab mau tidak mau Kang Dewa yang menanggungnya. Parahnya lagi utang tersebut muncul ketika usia pernikahan Kang Dewa berusia 2 minggu. Bayangkan ketika pengantin lain pada umumnya asyik menikmati bulan madu, Kang Dewa malah dipusingkan dengan utang yang mencapai milyaran.  Sehingga harta benda yang dimiliki habis untuk bayar utang pun masih kurang. Tidak cukup di situ ancaman dimasukkan penjara sudah menjadi hal biasa.

Ada pepatah mengatakan "Ketahuilah kualitas temanmu diatas engkau sedang susah". Benar sekali pepatah tersebut seperti yang dirasakan Kang Dewa. Saat sedang kesusahan teman-temannya justru lari meninggalkannya. Dengan himpitan tersebut Kang Dewa membuka usaha, salah satunya menjual ceker pedas. Namun kecilnya penghasilan akhirnya usaha tersebut tidak dilanjukan.

Di tengah keputusasaan datang teman Kang Dewa yang menasehati untuk kembali. Karena pengangguran, maka buku tersebut diselesaikan dalam waktu 1 minggu. Tak disangka bukunya ternyata laku keras.

Namun cobaan Kang Dewa tidak berhenti disitu saja. Ketika beliau telah menemukan "tongkat nabi Musa" sebegai jalan untuk menyelesaikan masalahnya. Cobaan justru datang dari sisi lainnya. Kang Dewa mendapat ujian berupa penyakit langka. Penyakit itu hampir merenggut nyawanya dan membuat dirinya lumpuh. Alhamdulillah dengan doa, usaha serta tawakal akhirnya Kang Dewa dapat sembuh bahakn lebih cepat dari perkiraan.

Sebagai wujud syukur Kang Dewa menuliskan dalam buku ini sehingga banyak orang yang akan terinspirasi yang jadi pertanyaan bagaimana Kang Dewa bisa melalui berbagai ujian ini? Kang Dewa korelasikan berbagai masalah yang dihadapi dengan kisah dalam Alquran, seperti kisah Nabi Musa beserta kaumnya yang terhimpit di Laut Merah ketika dikejar Firaun. Pada saat tidak ada pilihan kecuali di depan berupa lautan yang luas sedangkan di belakang pasukan Firaun mengejar maka di situlah muncul mukjizat Nabi Musa untuk memukul tongkatnya ke laut dan terbelahlah lautan selayaknya jalan

Buku Melawan Kemustahilan merupakan buku pertama Kang Dewa yang say abaca. Bisa dibilang, ketika membaca halaman awal langsung tertarik untuk melanjutkan. Bahasanya yang ringan serta disertai kisah hidupnya seolah kita bertemu langsung dengan Kang Dewa dan mendengarkan dia bertutur. Namun buku ini perlu waktu satu minggu bagi saya untuk menyelesaikannya. Termasuk lama untuk ukuran jumlah halaman yang tidak terlalu banyak. Lamanya saya membaca bukan karena tidak tertarik pada isi buku, tapi lebih pada perenungan. Kisah yang Kang Dewa tuturkan seolah sama yang saya alami secara pribadi dan banyak orang lainnya diluaran sana. Apalagi pada kata mutiara tertentu, dditulis besar pada satu halaman, sehingga selain mengingatkan juga membuat pembaca untuk berkaca. 

Di buku Melawan Kemustahilan ini kang Dewa begitu lihai, mengajari tanpa menggurui. Selayaknya bercerita namun bisa menjadi nasehat bagi sesama. Terutama bagaiman Kang Dewa berbicara agar iman selalu hadir kehadiran kita. Masih banyak hal isnpratif lainnya yang ada diBuku ini. So, segera miliki dan buktikan apa yang saya sampaikan setidaknya bisa mewakili sedikit isi buku Melawan Kemustahilan. 

Judul Buku : Melawan Kemustahilan
Penulis : Dewa Eka Prayoga
Penerbit : KMO Indonesia
Tahun: 2018
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Jumlah halaman : 198 hal
ISBN : 978-602-532-741-5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar