inspirasi ukhti blog

Mengembangkan UMKM Keripik Dua Putri Bersama Bank BRI

Posting Komentar



Pulang kampung bukan hanya tentang melepas kerinduan dan silaturahim. Namun banyak pelajaran kehidupan, motivasi hingga semangat datang lagi. Seperti pengalaman mudikku beberapa bulan lalu. Kali ini selain mengunjungi ibu, aku sempatkan datang ke rumah salah satu kakakku yang berbeda kecamatan. Dari sana sebuah kisah inspirasi tentang perjalanannya menjadi pelaku UMKM aneka keripik pun aku dapatkan.

Menjadi produsen aneka keripik yang produknya cukup dikenal di sekitaran tempat tempatnya bukan hal mudah. Semua dimulai dari nol : baik pengalamaan, skill dan modal. Berawal dari ketidaksengajaan saat melihat konten youtube tentang pembuatan keripik tempe, Mbak Tri dan Mas Hudi pun mencoba mempraktekkannya. Awalnya untuk dikonsumsi sendiri, kemudian mencoba untuk menjualnya dengan menitipkan ke warung sekitar tempat tinggal. Siapa sangka produknya cukup diminati sehingga beliau berdua pun serius menekuni usaha tempe dan melepas profesi sebelumnya sebagai tukang bangunan. 

Keseriusan beliau untuk mengembangkan usaha keripiknya ternyata membuahkan hasil. Selain permintaan semakin banyak, variasi produk semakin banyak. Awalnya beliau hanya usaha keripik tempe saja. Dengan berjalannya waktu usahapun dikembangkan dengan memproduksi keripik lainnya dari mulai sukun, singkong, talas dan keripik pisang.

Tidak hanya itu saja, kualitas produk yang bagus membuat keripik dengan brand “Dua Putri” tersebut sering diikutkan pemerindah daerah sebagai produk unggulan UMKM. Bahkan beliau pun mendapatkan apresiasi dengan mendapatkan bantuan alat pemotong keripik. Tentu hal tersebut sangat membantu proses produksi yang mana masih secara manual.

Apakah permasalah usaha keripik Dua Putri sampai disitu selesai? Tentu saja tidak. Keterbatasan modal membuat usaha yang sudah berjalan hampir 10 tahun ini sulit berkembang. Belum lagi tahun 2020 adanya pandemi membuat usaha ini lesu dan terancam gulung tikar

Bangkit Lagi Setelah Terhamtam Pandemi

Bukan hanya UMKM, hantaman pandemi telah berpengaruh besar pada semua lini kehidupan. Bagaimanapun, kita tetap harus bersyukur dapat melewati pandemi dan kini saatnya bangkit lagi. Begitulah pesan yang aku dapatkan saat berdiskusi panjang dengan pemilik Dua Putri. Memulai kembali termasuk mendapatkan modal usaha.

Ditengah krisis kepercayaan seperti sekarang meminjam modal usaha ke saudara, teman dan tetangga bukanlah solusi tepat. Selain jumlahnya terbatas sehingga kurang untuk mengembangkan usaha bisa jadi karena utang- piutang bisa mempengaruhi persaudaraan dan pertemanan. Cara yang tepat yaitu dengan mengajukan pinjaman ke bank yang menyediakan fasilitas modal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang cocok untuk pelaku UMKM

Komitmen BRI Untuk Memberdayakan Sektor Mikro

Sebagai salah satu bank BUMN yang berkomitmen memberdayakan segmen UMKM, Bank BRI telah menyalurkan kredit pembiayaan sebesar Rp. 577,9 Triliun hingga akhir Juni 2023. Penyaluran KUR ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku UMKM untuk bangkit dan mengembangkan usahanya termasuk Keripik Dua Putri.

Kehadiran UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional terus mendapatkan perhatian. Terlebih Bank BRI yang sebagai Agent of Development  sekaligus lokomotif perekonomian nasional menjadi pemain utama pemberdayaan UMKM dan sektor mikro. Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen BRI menjadi Pahlawan UMKM dengan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dengan bermoto go smaller, go faster  dan go shorter

Untuk pelaku usaha ultra mikro dan mikro di Indonesia, Bank BRI juga menginisiasi berdirinya Holding Ultra Mikro (UMi). Holding UMi merupakan wadah sinergi serta integrasi perusahaan BUMN yang berfokus pada segmen ultra mikro dan mikro. Perusahaan tersebut antara lain : Bank BRI, Pegadaian serta PT Penanaman Modal Madani (PNM). Melalui UMi ini ketiga BUMN tersebut mengembangkan outlet co-location yaitu sebuah outlet yang digunakan bersama- sama untuk melayani nasabah segmen mikro. Adanya Holding UMi jadi sekaligus digitalisasi BRI dalam business process-nya.

Selain mengembangkan sektor ultra mikro dan mikro, BRI Untuk Indonesia juga memberikan pendampingan UMKM antara lain dalam bentuk :

Program Desa BRILian 

Hingga akhir Triwulan II tahun 2023, desa binaan pada program Desa BRILian ini sudah mencapai 2.449 desa. Desa tersebut mendapatkan berbagai pelatihan antara lain tentang manajemen keuangan, kewirausahaan, literasi digital yaang ditujukan untuk perangkat desa, pengurus BUMDes dan pelaku UMKM yang ada di desa tersebut.

Program Klasterku Hidupku

Bank BRI saat ini suudah memiliki 17.418 klaster usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Diantara klaster tersebut lebih dari 1.500 klaster telah melakukan pelatihan serta sekitar 300-an klaster telah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana produktif

Dengan komitmen yang tinggi Bank BRI untuk mengembangkan sektor mikro tidak berlebihan jika Profesor Jay K. Rosengard dari Harvard Kennedy School mengatakan Bank BRI merupakan bank paling unggul di sektor mikro. Selamat untuk Bank BRI

Anis Khoir
Seorang content creator yang juga Mom Blogger Tuban. Bisa dihubungi di achmianisa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar