Manusia diciptakan oleh Allah salah satu tugasnya adalah untuk beribadah kepadanya. Sehingga apapun yang dilakukan harus diniatkan beribadah sehingga bernilai ibadah. Dalam surah al-Hijr ayat 99, Allah SWT berfirman, " Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamy yang diyakini (ajal)”. Maknanya kita harus terus beribadah sampai kematian tiba. 

Dalam Islam ditekankan untuk berilmu dulu sebelum beribadah. Sehingga ketika beribadah harus sesuai dengan ketentuan dari Allah. Terutama bagi seorang muslimah yang merupakan makhluk istimewa dimana ada ketentuan khusus yang tidak berlaku bagi kaum laki- laki, misalnya saja ketika mengalami haid atau mesntruasi. Ketika menstruasi muslimah tidak diperbolehkan untuk menjalankan beberapa ibadah, seperti shalat, berpuasa, menyentuh mushaf atau Alquran, dan bahkan berhaji di Makkah. 
baca juga : cara menyelesaikan masalah dalam Islam
Karena larangan dalam menjalankan ibadah tersebut, kebanyakan muslimah akan terpengaruh suasana. Mereka akhirnya banyak yang malas mengerjakan ibadah lainnya yang sebenarnya masih bisa dilakukan. Dengan melakukan amalan ibadah ini muslimah tetap beribadah dan dekat dengan Tuhannya dan tidak bermalas-malasan. 

Murojaah Hafalan Alquran 
Tidak dipungkiri manusia merupakan tempatnya lupa, apalagi berkaitan dengan bacaan Alquran. Maka untuk tetap menjaga hafalan Alquran yang kita miliki, murojaah harus tetap dilakukan meskipun dalam kondisi haid. Caranya yaitu dengan tidak memegang mushaf Alquran. Bisa dengan menggunakan aplikasi alquran yang banyak tersedia di smartphone atau meminta bantuan orang lain untuk menyimaknya. Dengan tetap murojaah hafalan Alquran, tentu hafalan kita tidak hilang serta hati tetap terjaga dari berdekatan dengan Allah SWT meskipun dalam kondisi haid. 

Berdzikir 
Amalan lainnya yang bisa dilakukan ketika muslimah haid yakni berzikir. Dzikir yang berarti mengingat, mengingat disini dengan mengingat akan kebesaran Allah SWT. Dzikir bisa dilakukan dengan memikirkan ciptaanNya sehingga menambah keimanan. Dzikir juga bisa dengan mengucapkan kalimat Thoyibah yaitu ucapan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Membiasakan diri dengan membaca subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, dan Allahu akbar 33 kali yang selalu dibaca setelah shalat akan terbawa merupakan pembiasaan bagi muslimah untuk selalu berdzikir. Jika sedang haid, maka dengan duduk sambil berdzikir bisa dilakukan agar meskipun sedang haid namun tetap bernilai ibadah. 
baca juga : Adab muslimah bepergian
Salah satu dzikir yang banyak hadist menganjurkan yaitu mengamalkan doa-doa harian atau al-Matsurat. Al-Matsurat adalah himpunan wirid dan doa harian yang diamalkan oleh Rasulullah SAW diwaktu pagi dan petang. 

Beristigfar 
Amalan berikutnya yang bisa dilakukan muslimah yang sedang haid yaitu beristighfar. Istigfar adalah memohon ampun atas segala doa yang dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Beristigfar tidak hanya secara lisan tetapi juga sepenuh hati untuk bertaubat terhadap kesalaha. Istigfar memiliki banyak kelebihan. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang sentiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." . Dari hadist tersebut bisa disimpulkan ternyata istigfar tidak hanya mampu menghapus dosa tetapi juga sebagai cara untuk bahagia dan sebagai penarik rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. 

Bersholawat
Amalan lainnya yang bisa dilakukan oleh muslimah yang sedang haid yaitu bershalawat. Bersholawat kepada Nabi Muhammad adalah cara kita mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad di akhirat kelak juga menjadi bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. 
baca juga : Resensi buku melawan kemustahilan Dewa Eka Prayoga
Belajar Ilmu Agama 
Tidak dipungkiri, ketika sedang haid muslimah lebih senang untuk bermalasan. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain hp atau menonton TV. Padahal sedate dapat mengisi waktu ketika haid dengan hal bermanfaat salah satunya yaitu belajar ilmu agama. Caranya bisa sendirian dengan membaca buku tentang agama, mendengarkan kajian atau melihat lewat youtube. Bisa juga mendatangi kajian-kajian keagamaan yang banyak dilakukan di masjid- masjid. 

Bersedekah dan Berinfak. 
Bersedekah serta berinfak juga termasuk amalan yang bisa dilakukan oleh Muslimah yang sedang masa haid. Dengan memberikan hartanya sebagian dengan ikhlas kepada orang yang membutuhkan tentu akan banyak pahala yang didapatkan. 

Bersilaturahim dengan kerabat, saudara, atau teman 
Ketika sedang haid muslimah bisa bersilahturahim dengan mudah dan gampang. Silaturahim memiliki banyak manfaat yaitu memperpanjang usia dan membuka pintu rezeki juga bisa menambah pahala. Selain itu juga bertemu dengan saudara akan banyak ibroh yang bisa diambil bagi diri muslimah 

Amalah diatas tentu sudah Allah siapkan bagi muslimah agar tetap berpahala meskipun dalam kondisi haid. Dari Syekh Khalid bin 'Abdillah al-Mushlih hafizhahullah menjelaskan bahwa haid merupakan ketetapan Allah bagi kaum wanita karena ada hikmah dan rahmat dibalik itu semua. Karena memang Allah SWT menciptakan wanita secara istimewa begitu pula dalam masalah amalan ibadah.