Cara Menyelesaikan Masalah Dalam Islam

Menyelesaikan masalah dalam islam
Setiap manusia tidak luput dengan yang namanya masalah. Karena masalah membuat seseorang menjadi lebih dewasa, sabar serta neaik derajat keimanan jika menghadapi dengan sabar. Sebenarnya definisi masalah bukan sesuatu yang sukar diselesaikan dan membuat stress seseorang. Sesuatu yang membuat seseorang tidak nyaman dan harus ada penyelesaian adalah masalah. Kembali lagi, besar kecilnya suatu masalah tergantng bagaimana menyikapinya. Oleh sebab itu besar kecilnya masalah itu relatif/ Artinya, bisa jadi suatu masalah sangat berat untuk saya namun ringan bagi yang lainnya, atau bisa juga sebaliknya.


Di dalam buku Melawan Kemustahilan, Dewa Eka Prayoga mengambil contoh bagaiman Allah memberikan petunjuk cara menyelesaikan masalah dalam islam  melalui cerita di Alquran. Salah satu kisah yang dipaparkan Kang Dewa yaitu tentang Nabi Musa dan kaumnya ketika dikejar Fir'aun dan bala tentaranya. Saat itu nabi Musa dan pengikutnya selayaknya diujung tanduk. Di depannya terhampar laut merah  sedangkan dibelakangnya pasukan firaun yang siap menangkapnya.Maka Kang Dewa menuturkan yang dapat diambil pelajaran dari kisah nabi Musa yaitu :

Berserah diri serta memohon pertolongan dariNya
Allah akan memberikan solusi yang tidak disangka-sangka yang diibaratkan sebagai tongkat Nabi Musa. Tentu ketika  benar-benar percaya dan yakin kepadaNya untuk menyerahkan masalah yang dihadapi. Seandainya Nabi Musa tidak mempercayai perintah untuk memukulkan tongkatnya ke laut maka beliau dan pengikutnya pun akan tertangkap oleh Firaun. Begitu pula dengan masalah yang dihadapi harus yakin bahwa bisa menyelesaikan dengan jalan yang telah dipilih maka Allah pun akan memberi pertolongan

Yang jadi catatan ketika yakin dengan pertolongan Allah bisa menyelesaikan masalah, bukan berarti  tiba-tiba datang dari langit jela? tidak seperti. Ada beberapa indikator yang meyakinkan baha apa yang dilakukan merupakan sebbuah penyelesaian yaitu :

  • enjoy - Di nikmati prosesnya 
  • easy - mudah melakukannya 
  • excellent - luar biasa hasilnya
Agar menemukan ketiga hal tersebut yang diperlukan adalah peka terhadap apa yang ada di sekitarnya. Karena biasanya kunci penyelesaian terhadap masalah sebenarnya ada disekitarnya.

Bagaimana jika telah melakukan apa yang saya jabarkan di atas tetapi belum bisa menyelesaikan masalah?

Yuk kita lanjut menjadi Detonator Kebaikan
Kang Dewa mengibaratkan Detonator kebaikan adalah ibaratnya kita meledakkan suatu kebaikan di lingkungan kita tersebut misalkan ketika ada orang kesusahan maka kita siap membantu. Apabila ada orang yang membutuhkan uang meskipun dalam kesulitan siap meminjamkan. Memang sulit, tidak mudah dan merupakan konsep yang aneh. Tapi janji Allah dalam Hadits Riwayat Bukhari
"Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya maka Allah akan senantiasa menolong dalam hajatnya"
Hadits di atas bukanlah hadits yang Dhaif tapi sebuah hadits shohih. Banyak yang telah membuktikan bahwa semakin banyak memberikan bantuan maka Pertolongan Allah pun akan semakin banyak.  Seperti kisah para kaum Anshar bagaimana mereka menolong kaum Muhajirin baik harta jiwa dan raga mereka. Meskipun mereka dalam keadaan kekurangan. Sekarang lihat Bagaimana Allah membalasnya dan memuliakan mereka sehingga patutlah jika menjadi detonator kebaikan bisa menjadi cara menyelesaikan masalah secara Islam.

Namun melakukan kebaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ya, yaitu :

  1. pertama bukan hanya fokus pada kebaikannya tetapi fokus pada dampaknya
  2. kedua jangan remehkan hal hal kecil. Hal kecil tetapi sering dilakukan akan menjadi seperti bukit. Ketika melakukan kebaikan kecil tetaplah berpikir bahwa sesuatu itu layak diberikan dengan energi yang besar. 
  3. ketiga, Jangan berhenti menjadi orang baik karena dengan menjadi orang baik banyak sekali pertolongan yang datang tidak akan terduga duga. Menjadi orang baik bukan tanpa ujian , karena ujian adalah untuk meningkatkan level keimanan. 
  4. keempat, pandai memaknai sebuah ujian Masalah sejatinya adalah sebuah ujian dalam hidup. Untuk itu kita harus pandai memaknainya salah satunya dengan berbaik sangka kepada Allah. Berbaik sangka akan menjadikan hati tenang serta jenis dalam mengambil keputusan
Sabar dan tidak Tergesa- gesaBiasanya ketika menghadai permasalahan ingin segera menyelesaikannya. Sifat tersebut membuat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Padahal yang diperlukan adalah sifat tenang, berpikir jenih serta mempertimbangkan kemudhorotan yang akan ditimbulkan. Itulah mengapa sabar dan tidak tergesa- gesa juga menjadi cara menyelesaikan masalah secara Islam.

Sebenarnya masih banyak cara menyelesaikan masalah secara Islam. Uraian diatas hanya sedikit yang saya jabarkan insyallah akan saya lanjutkan ditulisan lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar